Manfaat Katalog Dulu dan Kini
Oleh :
Nama
: Kadek Arya Teddy Sujaya
Nim :1612311009
Program Studi : D3 Perpustakaan
Nim :1612311009
Program Studi : D3 Perpustakaan
ABSTRAK
Katalog berasal dari bahasa Indonesia berasal
dari kata Catalog dalam bahasa Belanda, serta Catalogue dari bahasa Inggris. Istilah
katalog itu sendiri berasal dari frase Yunani Katalogos. Kata bermakna sarana atau menurut,
sedangkan logos
memiliki berbagai arti seperti kata, susunan, alasan dan nalar. Jadi katalog
dari segi kata bermakna sebuah karya dengan isinya disusun menuruit cara yang
masuk akal. Menurut sebuah simpanan rencana atau hanya berdasarkan kata demi
kata.
Secara luasa yang
disebut Katalog adalah daftar yang disusun untuk tujuan tertentu oleh karena
itu sesuai dengan tujuannya akan terdapat berbagai macam Katalog,
misalnya katalog pameran, catalog perpustakaan dan sebagainya.Dalam kaitannya
dengan perpustakaan, katalog berarti daftar berbagai pustaka yang merupakan
koleksi dalam sebuah perpustakaan yang disusun beedasarkan rencana tertentu,
catalog tersebut berisi sejumlah kesatuan keterangan bibliografis yang
masing-masing mengambarkan cirri-ciri khusus atau identitas dari setiap
perpustakaan yang bersangkutan, sedangkan penyusunan entrinya tergantung pada
tajuk yang dapat disusun menurut abjad berdasarkan nama pengarang, judul dan
subjek atau disusun menurut nomor klasifikasi sesuai keperluan.Dari uraian
diatas dapat disimpulkan bahwa catalog adalah entri-entri yang mewakili koleksi
sebuah perpustakaan.
Untuk memudahkan penemuan
kembali karya yang telah disimpan maka koleksi harus diatur serapi mungkin
sesuai peraturan yang berlaku. Dilihat dari kenyataan susunan dari koleksi
bahan pustaka dalam waktu yang sama mungkin mencari bahan pustaka melalui apa
yang telah diketahuinya.Untuk mengetahui masalah ini diperlukan alat bantu
berupa catalog ( dalam hal ini catalog pengarang, judul dan subjek dsb)
LATAR BELAKANG
Dalam upaya mencerdaskan
bangsa mutu pendidikan di Indonesia merupakan tanggung jawab kita semua, dimana
untuk menyukseskan tujuan tersebut, diperlukan sarana belajar yang lengkap
memadai yang salah satunya adalah tersedianya perpustkaan di setiap sekolah.
Oleh
karena itu hendaknya perpustakaan sekolah dikelolah dengan sebaik-baiknya agar
dapat dapat menyediakan sarana membantu untuk mendapatkan koleksi yang
diperlukan secara cepat, tepat, dan mudah, yaitu katalog perpustkaan, sehingga perpustakaan sekolah
akan dapat memberikan pelayanan yang maksimal baik bagi para siswanya, maupun
kepada para gurunya.
Kita mengetahui bahwa
bahan pustaka yang berada di perpustakaan merupakan pengetahuan bagi semua
pihak. Karena tujuan akhir dari perpustakaan adalah menyajikan atau
menyampaikan informasi yang terkandung dalam bahan pustaka tersebut, kepada
masyarakat pemakai dengan cepat dan tepat pada saat diperlukan. Alat untuk
memudahkan pencarian ini dapat berupa kode yang ditulis pada label, kartu
katalog dan daftar judul yang berbentuk bibliografi atau indeks. Katalog ini
menunjukkan koleksi dimana diletakkannya suatu dokumen dalam koleksi.
PEMBAHASAN
Bentuk
Katalog
Horgan mengatakan bahwa bentuk
katalog yang digunakan di perpustakaan mengalami perkembangan dari masa ke
masa. Perkembangan katalog perpustakaan nampak dari perubahan bentuk fisiknya.
Sebelum katalog terpasang (online)
muncul, telah dikenal berbagai bentuk katalog perpustakaan, dan bentuk yang
paling umum digunakan ialah katalog kartu. Sedangkan menurut Tylor, katalog
perpustakaan yang ada pada saat ini terdiri dari berbagai bentuk fisik antara
lain, katalog berbentuk buku (book
catalog), katalog berbentuk kartu (card catalog), katalog berbentuk mikro (microform catalog),
katalog komputer terpasang (online
komputer catalog).
Katalog
perpustakaan mempunyai bermacam macam bentuk fisik yaitu :
1. Katalog Buku
Katalog bentuk buku merupakan katalog yang tersusun dalam 1 buku. Disebut juga katalog tercetak dan merupakan bentuk katalog yang paling kuno. Katalog bentuk buku memiliki beberapa keuntungan, seperti mudah digunakan, dapat di bawa ke mana-mana, dan digandakan dengan mudah. Kerugiannya adalah, sekali dijilid, maka katalog buku menjadi usang, karena tambahan buku tidak dapat disisipkan ke entri yang sudah ada.
Katalog bentuk buku merupakan katalog yang tersusun dalam 1 buku. Disebut juga katalog tercetak dan merupakan bentuk katalog yang paling kuno. Katalog bentuk buku memiliki beberapa keuntungan, seperti mudah digunakan, dapat di bawa ke mana-mana, dan digandakan dengan mudah. Kerugiannya adalah, sekali dijilid, maka katalog buku menjadi usang, karena tambahan buku tidak dapat disisipkan ke entri yang sudah ada.
2. Katalog berkas
Katalog
Berkas atau album dalam bahasa inggris disebut sheaf catalogue merupakan
kumpulan kartu yang dijilid menjadi satu menjadi buku atau album.Keuntungannya
adalah mudah digunakan, pengguna dapat menggunakan katalog berkas yang
berbeda-beda. Sedangkan kerugiannya adalah sekali adanya penambahan harus
membongkar berkas, cenderung mudah hilang karena bentuknya lebih kecil dari
pada katalog buku.
3. Katalog Kartu.
Katalog Kartu
adalah Katalog kartu adalah bentuk katalog perpustakaan yang semua deskripsi
bibliografisnya dicatat pada kartu berukuran 7.5 x 12.5 cm. Keuntungan katalog
berbentuk kartu ialah bersifat praktis, sehingga setiap kali penambahan buku
baru di perpustakaan tidak akan menimbulkan masalah, karena entri baru dapat
disisipkan pada jajaran kartu yang ada. Kelemahannya adalah satu laci katalog hanya
menyimpan satu jenis entri saja, sehingga pemustaka sering harus antri
menggunakannya, terutama bila melakukan penelusuran melalui entri yang sama.
4. Katalog Cetak.
Katalog Cetak
merupakan proses Setelah uraian-uraian katalog disusun menurut system tertentu,
kemudian dicetak menjadi semacam bibliografi sebanyak yang diperlukan.
Kelebihan bentuk ini ialah katalog dapat diperbanyak dan dibawa kemana-mana.
Tetapi kelemahannya tidak dapat menerima entri-entri baru.
5.
Katalog COM (Computer
Output Microform).
Katalog ini dibuat pada salah satu bentuk microfilm atau microfishe. Katalog dalam
bentuk mikro ini relative lebih murah jika dibandingkan dengan katalog dalam
bentuk buku, dan terbukti bahwa biaya pemeliharaannya lebih murah daripada
katalog kartu. Disisi lain, banyak pelanggan menemukan versi microfiche yang tidak
menyenangkan digunakan. (Taylor, 1992 dalam Hasugian, 2009).
6.
Katalog CD-ROM (Compact
Disk Read Only Memory)
Katalog CD-ROM (Compact Disk Read Only Memory)
adalah katalog yang dikemas dalam bentuk CD dan dioperasikan dengan menggunakan
komputer.
7.
Katalog OPAC (Online
Public Access Catalog)
OPAC (Online Public Access
Catalog) adalah Katalog yang tersimpan di komputer, dapat diakses dari
berbagai titik atau lokasi selama titik/lokasi tersebut tergabung dalam
jaringan internet. Menurut Hermanto (2007) OPAC banyak di gunakan pada berbagai
perpustakaan karena memiliki berbagai keuntungan diantaranya :
- Penelusuran informasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
- Penelusuran dapat dilakukan secara bersama-sama tanpa saling mengganggu
- Jajaran tertentu tidak perlu di-file
- Penelusuran dapat dilakukan dari berbagai pendekatan sekaligus
- Rekaman bibliografi yang dimasukkan ke dalam entri katalog tidak terbatas
Jenis-jenis
Katalog
Secara garis besar jenis katalog terdiri dari tiga
macam, yaitu :
1. Katalog pengarang
Katalog
pengarang yaitu katalog yang tajuknya berisi nama pengarang, baik nama orang
maupun nama lembaga (BadanKorporasi) dari suatu bahan pustaka
2. Katalog judul
Katalog
judul yaitu katalog yang tajuknya memakai judul bahan puskata, tajuk judul ini
bisa merupakan tajuk utama dan juga bisa tajuk tambahan.
3. Katalog subyek
Katalog
subyek yaitu katalog yang tajuknya berdasarkan subyeknya dari suatu bahan pustaka,
tajuk subyek ini hanya dapat menjadi tajuk tambhan
Ketiga jenis katalog di atas pada dasarnya sama isinya
sama, dan katalog-katalog tersebut dibuat dengan tujuan untuk memberikan
kemudahan dan kesempatan kepada para pemakai perpustakaan untuk menelusur bahan
pustaka yang diperlukan dengan menggunakan 3 alternatif penelusuran.
Selain ketiga jenis katalog di atas dikenal juga
katalog Self list yang pada dasarnya
isinya sama dengan kartu katalog utama, namun yang membedakan adalah fungsi dan
tempat penyimpanannya. Kalau ketiga jenis katalog di atas disimpan di
pelayanan, sedangkan self list disimpan dibagian pengolahan bahan pustaka yang
berfungsi sebagai dasar acuan untuk kepentingan pengadaan yang akan datang.
Manfaat dari Katalog Dulu dan kini
Adapun manfaat saat ini dari catalog adalah sebagai berikut :
- Menunjukkan tempat suatu buku atau bahan lain dengan manggunakan symbol-simbol angka klasifikasi dalam bentuk nomor panggil.
- Mendaftar semua buku dan bahan lain dalam susunan alfabetis nama pengarang, judul buku, atau subjek buku yang bersangkutan ke dalam satu tempat khusus perpustakaan untuk memudahkan pencarian entri-entri yang diperlukan.
- Memberikan kemudahan untuk mencarisuatu buku atau bahan lain di perpustakaan dengan hanya salah satu dari daftar kelengkapan buku yang bersangkutan.
Katalog merupakan kunci untuk mengetahui isi koleksi
dari perpustakaan itu sendiri, antara lain:
- Untuk memberi gambaran yang jelas kepada pemakai jasa perpustakaan tentang koleksi buku-buku yang terdapat dan dimiliki oleh suatu perpustakaan.
- Untuk menolong pemakai perpustakaan dalam mendapatkan buku yang diperlukan secara tepat dan cepat.
- Agar para pengguna perpustakaan mudah mendapatkan bahan pustaka yang diinginkannya.
- Sebagai sarana pemilihan buku yang tepat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
- Catalog berfungsi sebagai wakil buku yang memberikam keteerangan yang lengkap tentang ciri-ciri buku.
- Catalog berfungsi sebagai “an instrument of communication “yang meninformasikan buku-buku perpustakaan.
kemudian manfaat dari katalog dulu yaitu Dalam sejarah
kepustakawanan, katalogisasi merupakan keterampilan yang berabad-abad. Ketika
pertama kali dibuat, katalog berfungsi sebagai senerai inventaris,
kemudian fungsi ini diperluas sebagai sarana untuk membantu mngetahui lokasi
buku. Dikalangan Pustakawan Inggris dan Amerika dikenal peraturan pengkatalogan. Pada awal mulanya, peraturan pengkatalogan
yang ada di Inggris dan Amerika berbeda dengan peraturan pengkatalogan
didaratan Eropa, termasuk Belanda. Karena Indonesia pernah dijajah Belanda,
pada saat permulaan pengembangan perpustakaan di Indonesia (sekitar abad 19)
lebih banyak digunakan peraturan pengkatalogan buatan Belanda. Peraturan Pengkatalogan mula-mula disusun
pustakawan perorangan. Tercatat misalnya Antonio Panizzi dan
British Meseum menyusun Rules for Compliling of the Catalogue 1903 yang
berpengaruh besar terhadap peraturan pengkatalogan yang ada.
KESIMPULAN
Jadi katalog dalam pengertian kita adalah daftar yang berisi informasi
tentang bahan pustaka atau dokumen yang terdapat pada perpustakaan, toko buku,
maupun penerbit tertentu.
Katalogisasi atau pengatalogan adalah proses pembuatan katalog dimana dalam katalog dicantumkan data penting yang terkandung dalam bahan pustaka, baik ciri fisik maupun isi intelektual, seperti nama pengarang, judul buku, penerbit dan subyek. Jadi katalogisasi adalah proses pengambilan keputusan yang menuntut kemampuan mengintepretasikan dan menerapkan berbagai standar sehingga hal-hal penting dari bahan pustaka terekam menjadi katalog.
Pengatalogan adalah kegiatan menyiapkan pembuatan wakil ringkas dokumen (condensed representations) atau katalog, untuk digunakan sebagai sarana temu kembali, agar dokumen yang dicari dapat ditemukan dengan cepat dan tepat.
Katalogisasi atau pengatalogan adalah proses pembuatan katalog dimana dalam katalog dicantumkan data penting yang terkandung dalam bahan pustaka, baik ciri fisik maupun isi intelektual, seperti nama pengarang, judul buku, penerbit dan subyek. Jadi katalogisasi adalah proses pengambilan keputusan yang menuntut kemampuan mengintepretasikan dan menerapkan berbagai standar sehingga hal-hal penting dari bahan pustaka terekam menjadi katalog.
Pengatalogan adalah kegiatan menyiapkan pembuatan wakil ringkas dokumen (condensed representations) atau katalog, untuk digunakan sebagai sarana temu kembali, agar dokumen yang dicari dapat ditemukan dengan cepat dan tepat.
DAFTAR PUSTAKA
·
Susanti
Susi. 2015.Materi-Pengertian dan Fungsi Katalog. diakses pada tanggal 10 Februari
2017.
http://thisissusis.blogspot.co.id/2015/01/pengertian-dan-fungsi-katalok-macam.html
·
Djaja
Ardi. 2013.Teksas
Monocolo–Pengertian dan Tujuan Katalog Perpustakaan. diakses pada tanggal
10 Februari 2017.
http://ard-cerdasnet.blogspot.co.id/2013/01/pengetian-dan-tujuan-katalog.html
·
Sidrap
Salman. 2012. Materi Katalog Perpustakaan-Pengantar Katalogisasi. diakses
pada tanggal 10 Februari 2017. http://katalog-perpustakaan.blogspot.co.id/
·
Helsa.
2014.Pengelolaan Perpustakaan–Katalogisasi. diakses pada tanggal 11
Febrari 2017. http://pp.ktp.fip.unp.ac.id/?p=36
·
Prisma
Dony. 2012. Ilmu
Perpustakaan–Katalog
Perpustakaan. Diakses
pada 11 Februari 2017. https://donyprisma.wordpress.com/2012/06/30/katalog-perpustakaan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar