Jumat, 10 Februari 2017

Sejarah Dan Perkembangan Klasifikasi Secara Umum



Sejarah Dan Perkembangan Klasifikasi Secara Umum

            Oleh :
Nama            : Kadek Arya Teddy Sujaya
Nim              :1612311009
Program Studi : D3 Perpustakaan

ABSTRAK
           
            Klasifikasi berasal dari kata classification, dari kata kerja to classify, yang berarti menggolongkan dan menempatkan benda-benda yang sama di suatu tempat. Yang dimaksud dengan klasifikasi adalah penggolongan atau pengelompokkan buku berdasarkan subjek atau isi buku yang bersangkutan. Tujuan dari klasifikasi ialah agar semua bahan pustaka itu dapat didayagunakan semaksimal mungkin oleh pemakai.
Secara rinci, tujuan mengklasifikasi buku-buku perpustakaan sekolah adalah sebagai berikut:
1.     Untuk mempermudah murid-murid di dalam mencari buku-buku yang sedang diperlukan.
2.     Untuk mempermudah guru pustakawan di dalam mencari buku-buku yang di pesan oleh murid-murid.
3.     Untuk mempermudah guru pustakawan di dalam mengembalikan buku-buku pada tempatnya.
4.     Mempermudah guru pustakawan mengetahui perimbangan bahan pustaka.
5.     Untuk mempermudah guru pustakawan di dalam menyusun suatu daftar bahan-bahan pustaka yang berdasarkan sistem klasifikasi.
            Apabila kita pergi ke sebuah perpustakaan, kemudian kita mencari buku yang kita perlukan pada sebuah sistem katalog komputer yang tersedia, setelah memasukkan judul buku dan pengarangnya, maka kita akan menemukan kode buku yang kita inginkan, dengan kode tersebut memudahkan kita mencari dan dapat menemukan buku yang kita butuhkan dengan cepat. Kode yang muncul setelah pencarian tersebut adalah nomor klasifikasi buku yang digunakan perpustakaan untuk menyusun koleksi buku yang ada agar buku-buku yang sejenis dapat berkumpul berdekatan, misalnya dari berdasarkan bidang ilmunya.
Perpustakaan mempunyai format penggolongan bagian dari bidang perpustakaan dan ilmu pengetahuan informasi. Semua itu berjalan bersamaan dengan perpustakaan (deskriptif) kataloging dan penggolongan, kadang-kadang perpustakaan mengelompokkan bersama-sama sebagai jasa teknis. Profesional perpustakaan yang sedang dalam melibatkan proses kataloging dan menggolongkan bahan-bahan, bahan-bahan perpustakaan disebut sebagai suatu pendaftar buku-buku atau katalog pustakawan.
            Selain itu, sistem pengklasifikasian tersebut akan memudahkan dalam pencarian ataupun pengembalian buku. Ada beberapa macam sistem pengklasifikasian buku yang digunakan di berbagai perpustakaan. Namun, sistem yang paling banyak digunakan oleh perpustakaan-perpustakaan adalah sistem klasifikasi Dewey Decimal Classification (DDC). DDC digunakan oleh perpustakaan di lebih dari 130 negara. Hingga saat ini, DDC telah digunakan lebih dari satu abad. Hal ini tentu tidak terlepas dari sistem/cara kerja DDC yang dipandang paling memadai dalam mengakomodasi perkembangan dunia perpustakaan dan perkembangan ilmu pengetahuan secara umum. Sistem pengklasifikasian buku.
            Suatu klasifikasi perpustakaan adalah suatu sistem dari persandian dalam mengorganisir bahan-bahan perpustakaan, bahan-bahan perpustakaan itu seperti (buku, serial, audiovisual bahan-bahan pustaka, file komputer, memetakan, naskah, realita, dan lain-lain). Dan suatu nomor dari jumlah panggilan untuk informasi sumber daya itu yang serupa ke sistem klasifikasi menggunakan sistem klasifikasi. Perpustakaan yang menggolongkan kesatuan yang serupa bersama-sama secara khas diatur berdasarkan struktur brown secara hirarkis (mengumpamakan sistem yang none-faceted).

LATAR BELAKANG

Banyak yang mengenal perpustakaan hanya sebagai suatu tempat, dan yang terpikirkan di perpustakaan adalah tempat untuk belajar dan ada banyak buku. Namun, jika didalami lagi, perpustakaan itu bukan hanya merupakan suatu tempat, namun juga memiliki ilmu yang luas. Perpustakaan juga banyak memiliki fiungsi dan peranan, khususnya bagi pelajar. 
Fungsi dan peranan perpustakaan pada saat ini menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan dan program yang ada dalam suatu lembaga atau institusi tertentu. Terlebih diperguruan tinggi, perpustakaan tidak dapat dipisahkan dari proses belajar dan mengajar mahasiswa dan dosen.
            Pada zaman era modern seperti saat sekarang ini, seorang pustakawan sering kali mengalami beberapa kendala, seperti  pembuatan kartu catalog yang dari tulisan tangan ke mesin ketik, kemudian beralih lagi ke computer seperti saat sekarang ini.
            Dalam pemilahan bahan perpustakaan (klasifikasi) merupakan kunci mendasar bagi proses-proses lainnya untuk bisa berjalan secara sistematis. Pemilahan bahan pustaka bertujuan untuk membagi bahan-bahan perpustakaan yang ada menjadi berbagai kelompok sesuai dengan tema, judul, penulis, dan parameter lainnya yang akan memudahkan penempatan bahan pustaka tersebut dalam rak buku, serta yang lebih penting lagi adalah untuk memudahkan proses pemanggilan kembali (recalling) ketika buku-buku tersebut dibutuhkan. Didunia perpustakaan internasional, dikenal berbagai macam klasifikasi, dari yang tradisional sampai yang paling modern seperti saat sekarang ini. Ada librariy Off Congress Classification, Dwey Decimal Classification, Universal Decimal Classificaton, dan lain sebagainya.

PEMBAHASAN

Sejarah Klasifikasi
DDC dibuat oleh Melvil Dewey berdasarkan kajiannya terhadap puluhan buku, pamphlet dan kunjungannya ke berbagai perpustakaan. Maka DDC dapat dikatakan sebagai klasifikasi pengetahuan untuk keperluan menyusun buku di perpustakaan. Sebelum Dewey menemukan sistemnya, sudah ada beberapa sistem pengklasifikasian buku. Misalnya, Charles A. Cutter membuat sistem klasifikasi berdasarkan topik, dan Nathaniel Shurtleff melakukan penomoran menggunakan sistem desimal. Inovasi yang dilakukan oleh Dewey adalah menggabungkan sistem pengklasifikasian berdasarkan topik dan penomoran dengan sistem desimal. Namun, nomor tidak mengacu pada rak, melainkan pada bidang ilmu. Keadaan seperti ini mendorong Dewey untuk menemukan suatu sistem pengklasifikasian buku yang baru.
Klasifikasi Desimal Dewey (Dewey Decimal Classification(DDC), juga disebut Sistem Desimal Dewey) adalah sebuah sistem klasifikasi perpustakaan yang diciptakan oleh Melvil Dewey (1851–1931) pada tahun 1876, dan sejak saat itu telah banyak dimodifikasi dan dikembangkan dalam dua puluh dua kali revisi yang telah terjadi hingga tahun 2004. Pada tahun 1876 terbitlah sebuah pamphlet yang berjudul A Classification and subject index for cataloging the books and phamflet of a library. Penerbitan pamphlet tersebut menandai terbitnya sistem Dewey Decimal Classification, lebih dikenal dengan singkatan DDC.
Kini DDC menginjak edisi ke 22 ( terbit pada 2003), merupakan bagan klasifikasi yang banyak dipakai di dunia. Di Indonesia, DDC menduduki peringkat pertama sebagai bagan kasifikasi yang paling banyak digunakan, menyusul kemudian Universal Decimal Classification atau yang sering disebut dengan UDC. Edisi pertama terbit pada tahun 1876 setebal 44 halaman, diterbitkan dengan nama pengarang anonim,berisi kata pendahuluan, bagan untuk 10 kelas utama yang dibagi secara desimal menjadi 1000 kategori bernomor 000-999, serta indeks subyek menurut abjad. Pembagian 10 kelas utama merupakan perbaikan dari sistem klasifikasi yang di kembangkan oleh W,T.Harris pada tahun 1870. Harris sendiri mendasarkan bagan klasifikasinya atas klasifikasi pengetahuan menurut ilmuwan francis bacon tetapi tata urutannya berbeda. Bacon membagi pengetahuan menjadi 3 kategori dasar yaitu sejarah,sastra [poesy],dan filsafat . ketiga kategori ini sesuai dengan pembagian pikiran manusia yaitu memori [ingatan] ,imaginasi ,dan nalar.
Dalam bagan klasifikasi barunya, Dewey memperkenalkan dua ciri baru yaitu lokasi relatif dan indeks relatif. Sebelum dikembangkan DDC, buku perpustakaan di beri nomor sesuai dengan lokasi masing-masing di rak. Misalnya XV1-15 artinya buku di rak XV1dengan nomor urut 15. dengan kata lain penentuan buku di rak menggunakan lokasi tetap sehingga buku tidak dapat diubah-ubah letaknya. Halangan lokasi tetap ialah buku dalam subjek sama mungkin letaknya terpencar karena kedatangannya di perpustakaan tidak sama. Sistem Dewey memberi nomor buku menurut subjeknya. Dengan demikian buku disusun menurut subjeknya tanpa memperhatikan di mana buku tersebut diletakannya di rak. Bila buku baru datang maka buku tersebut dapat disisipkan di antara buku lama selama buku baru tersebut berkaitan subjeknya dengan buku lain Sistem penempatan semacam ini yang memungkinkan perubahan letak selama buku tetap berkaitan subjeknya disebut lokasi relatif. Lokasi ini memungkinkan interkalasi tanpa batas, buku dapat dipindah-pindahkan tanpa harus mengubah nomor panggil. Dalam indeks relatif, Dewey menyatukan dalam satu lokasi berbagai subjek yang berkaitan atau sebuah subjek dibahas dalam beberapa bidang studi.


Difinsi Klasifikasi
            Secara harfiah arti klasifikasi adalah penggolongan atau pengelompokkan. Ada beberapa pengertian mengenai klasifikasi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia klasifikasi adalah penyusunan bersistem dalam kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang ditetapkan. Harrolds Librarians Glossary menyebutkan bahwa klasifikasi adalah pengelompokkan benda secara logis menurut ciri-ciri kesamaannya. Menurut Sulistyo Basuki, Klasifikasi adalah proses pengelompokkan/pengumpulan benda atau entitas yang sama, serta memisahkan benda atas entitas yang tidak sama.

Jenis-Jenis Klasifikasi
     Untuk membantu pemakai perpustakaan dalam melakukan penelusuran bahan pustaka yang dibutuhkan secara mudah dan cepat, diperlukan suatu sistem klasifikasi. Sistem klasifikasi dalam dunia perpustakaan adalah :
1. Klasifikasi Artifisial
            Sistem ini adalah mengelompokan bahan pustaka berdasarkan ciri atau sifat-sifat lainnya, misal pengelompokan menurut pengarang, atau berdasarkan ciri fisiknya, misalnya ukuran, warna sampul, dan sebagainya.
2.Klasifikasi Utility
            Pengelompokan bahan pustaka dibedakan berdasarkan kegunaan dan jenisnya. Misal, buku bacaan anak dibedakan dengan bacaan dewasa. Buku pegangan siswa di sekolah dibedakan dengan buku pegangan guru. Buku koleksi referens dibedakan dengan koleksi sirkulasi (berdasar kegunaannya).
3. Klasifikasi fundamental
            Pengelompokan bahan pustaka berdasarkan ciri subyek atau isi pokok persoalan yang dibahas dalam suatu buku. Pengelompokan bahan pustaka berdasarkan sistem ini mempunyai beberapa keuntungan, diantaranya:
a. Bahan pustaka yang subyeknya sama atau hampir sama, letaknya berdekatan.
b. Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menilai koleksi yang dimiliki dengan melihat subyek mana yang lemah dan mana yang kuat.
c. Memudahkan pemakai dalam menelusur informasi menurut subyeknya.
d. Memudahkan pembuatan bibliografi menurut pokok masalah.
e. Untuk membantu penyiangan atau weeding koleksi.
            Klasifikasi fundamental banyak digunakan oleh perpustakaan besar maupun kecil. Dalam sistem tersebut buku dikelompokan berdasarkan subyek, sehingga memudahkan pemakai dalam menelusur suatu informasi. Klasifikasi Fudenmental terdiri dari :
 1. Klasifikaasi DDC (Dewey Decimal Classification).
             DDC merupakan sistem klasifikasi yang populer dan paling banyak pemakainya. Klasifikasi ini dalam pengembangannya menggunakan sistem desimal dengan angka arab sebagai simbol notasinya.
2. Klasifikasi UDC (Universal Decimal Classification).
            UDC sebenarnya merupakan perluasan dari klasifikasi DDC. Pertama kali diterbitkan pada 1905 dengan nama Classification Decimal yang dikembangkan oleh FID (Federation International Documentation). UDC pembentukan notasinya menggunakan satu angka atau lebih. Klasifikasi ini mempunyai tabel tambahan yang berfungsi untuk menyatakan adanya hubungan antar subyek satu dengan lainnya atau dengan aspek-aspek tertentu yang ada dalam pokok persoalan. Simbol + pada UDC berfungsi untuk menggabungkan dua subyek.
Misal pertanian dan ekonomi adalah 63 + 33
3. Klasifikasi LCC (Library of Congress Classification)
            Klasifikasi ini mulai dikembangkan pada 1899 dan diterbitkan pertama kali pada 1901. Klasifikasi ini disusun dengan menggunakan huruf dan angka sebagai simbol atas dasar urutan abjad. Dalam kegiatan klasifikasi fundamental, seseorang akan mengelompokkan koleksi berdasarkan subjek bahan pustaka. Dalam kegiatan klasifikasi ini ada dua tahapan yang dilakukan yaitu analisis subjek serta penentuan notasi atau nomor klas subjek. Berikut ini penjelasan dari masing-masing tahapan.






KESIMPULAN
            Pengertian pengklasifikasian buku dapat disimpulkan sebagai pengelompokkan buku berdasarkan jenis atau ciri-ciri buku tersebut sehingga dapat di bedakan satu  dengan yang lainnya.
           
klasifikasi juga sangat bermanfaat dan membantu kita pada kehidupan sehari-hari. Jadi klasifikasi tidak hanya untuk di buku saja melainkan semua benda atau hal lainnya yang bisa kita kelompokan bedasarkan jenis dan kegunaannya.   
           

SARAN
           
            Melihat perkembangan tekhnologi  saat ini yang semakin canggih, maka, perpustakaan harus mengikuti perkembangan tekhnologi, baik bentuk fisikny, maupun dari segi pelayananya.
            Karna adanya berbagai macam skema klasifikasi, maka perlu adanya penguasaan skema klasifikasi, mulai dari DDC, UDC, LCC, CC, dll. Perbedaan skema klasifikasi DDC dengan UDC terletak pada penggunaan symbol yang digunakan oleh UDC, sedankan LCC menggunakan huruf dalam sebuah perpustakaan.











































DAFTAR PUSTAKA
·         Priotomo agus wahyu. 2013.Materi perpustakaan-Artikel Tentang Klasifikasi. diakses pada tanggal 9 Februari 2017. http://aguswahyupriutomo.blogspot.co.id/2015/07/artikel-tentang-klasifikasi-ddc-udc-dan.html  
·         Syam Amsya. 2014. Amsya Amir Syam–Makalah Klasifikasi Perpustakaan. diakses pada tanggal 9 Februari 2017. http://amsya811.blogspot.co.id/2014/10/pengertian-klasifikasi.html
·         Helsa. 2014. Pengelolaan Perpustakaan-Klasifikasi. diakses pada tanggal 9 Februari 2017. http://pp.ktp.fip.unp.ac.id/?p=34
·         Edisman. 2009. Sudisman–Sejarh DDC. diakses pada tanggal 10 Febrari 2017. http://sadisman-edisman.blogspot.co.id/2009/06/sejarah-ddc_9148.html
·         Widodo. 2009. Widodo H. Wijoyo­­Sistem Klasifikasi LCC. Diakses pada 10 Februari 2017. http://widodo.staff.uns.ac.id/2009/04/15/modul-5-sistem-klasifikasi-ddc/
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar